curahan aktivis dakwah buat mad’u nya


Daripada Sholahudin Jundullah

Wahai saudara/I ku, inilah isi hati kami kepada kalian, saudara2 kami yg kami cintai.

Saudara/I ku, sungguh kami sangat mencintai kalian, cinta kami kepada kalian melebihi kecintaan seorang kekasih kepada pacarnya, kecintaan kami terhadap kalian melebihi kecintaan kami terhadap harta dan kedudukan.

Yakinlah saudara/I ku, kecintaan kami kepada kalian tulus, suci, dan murni karena Allah. Cinta kami kepada kalian tidak mengharapkan sesuatu apapun selain keridhaan dari Allah SWT.

Saudara/I ku, kami sangat menginginkan kalian bergabung bersama kami dijalan kebaikan ini, kami menginginkan kalian bisa berislam dengan baik. Sungguh, kami sangat menginginkan keselamatan atas kalian.

Bukanlah kami merasa lebih baik dari kalian dalam hal keimanan dan ketaqwaan, karena kedua hal tersebut hanya Allah dan kalian sendiri yang tahu. Tapi kami hanya berusaha mengajak kalian kearah yang lebih baik, menjadi pembela2 islam, menjadi pribadi2 muslim yang kaffah, dan minimal kami menginginkan kalian bisa berislam secara baik untuk diri pribadi.

Sungguh saudara/I ku, ketika kami mengajak kalian kearah kebaikan, tidak sedikitpun kami mendapat imbalan dunia berupa materil, tidak sedikitpun terbersit dipikiran kami bahwa kami akan mengambil keuntungan pribadi/materil dari usaha kami mengajak kalian. Sungguh sekali lagi kami ingin mengatakan, kami usaha kami ini benar2 ikhlas mengharapkan keridhaan Allah swt.

Saudara/I ku yang sungguh kami cintai karena Allah, jangankan untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi/materil, bahkan dalam perjuangan kami dalam mengajak orang dalam kebenaran, perjuangan kami selalu dihiasi dengan pengorbanan. Pengorbanan waktu, harta, tenaga, pikiran, dan pengorbanan2 lainnya yang sungguh indah untuk disebutkan.

Tidak jarang dalam perjuangan kami, kami harus merelakan waktu kuliah kami untuk kalian. Tidak jarang kami harus menginfakkan uang kami yang pas2an untuk dana perjuangan kami. Kami harus menguras tenaga dan pikiran untuk kalian wahai saudara/I ku. Kami mengikhlaskan untuk tidak punya waktu istirihat demi usaha kami mengajak orang dalam kebaikan.

Sungguh saudara/I ku, kebahagian yang sangat besar bagi kami ketika kami bisa melihat hasil yang baik dari usaha perjuangan kami. Jauh kami merasa lebih bahagia ketika melihat kalian sudah berangsur menutup aurat, dibandingkan kami mendapat IP 4 pas ujian. Kami merasa jauh lebih bahagia ketika melihat ditas-tas kalian terdapat mushab kecil yang senantiasa kalian baca, dibandingkan kami mendapat hadiah uang berjuta-juta. Kami merasa sangat bahagia ketika sudah bisa melihat kalian sudah mulai terbiasa melakukan sholar tepat waktu dan/atau berjamaah, kebahagian yang tidak dapat dilukiskan. Hati kami terasa mendapat kado yang sangat berharga ketika melihat kalian sudah bisa menjaga adab2 berhubungan dengan lawan jenis.

Sungguh saudara/iku, kami merasa sangat2 bahagia ketika kalian bisa bersama kami, sungguh saudar/I ku, kami sangat mencintai kalian. Sungguh saudaraku, kami sangat ingin kalian bisa bersama kami dalam jamaah kebaikan. Jikapun kalian minta kami berkorban supaya kalian bisa bersama kami, maka kami katakana kami akan berkorban untuk kalian.

Kecintaan kami kepada kalian adalah cinta yang, cinta yang mungkin tidak pernah dirasakan dan dibayangkan oleh kalian sebelumnya. Karena cinta kami kepada kalian adalah cinta yang mengharapkan ridha dari Allah.

Saudara/I ku, mari bergabung bersama kami dalam jamaah yang insya Allah selalu berisi kebaikan2.

Inilah adalah isi hati kami para aktivis dakwah

Comments are closed.

%d bloggers like this: